5 Tips Memenangi Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Mendapatkan hak asuh anak dalam perceraian menjadi keinginan setiap orang tua. Terutama saat buah hati masih berusia balita, keinginan mengasuhnya menjadi lebih kuat. Namun masalah pengasuhan anak ini diputuskan dengan kaidah hukum tertentu oleh pengadilan. Untuk itu tidak sembarangan diberikan kecuali telah terjadi kesepakatan antara suami istri bercerai. Meski begitu, masalah pengasuhan ini dapat diusahakan jatuh kepada pihak Anda dengan beberapa tips berikut:

Pelajari tentang hak asuh anak dengan mendalam

Perceraian di Indonesia tidak memiliki perbedaan kaidah hukum tentang hak asuh anak. Di semua pengadilan baik agama dan negeri, terdapat kaidah hukum hak asuh anak yang harus ditaati oleh pengadilan dan orang tua yang mengajukan perceraian. Pelajari dengan baik kaidah-kaidah hukum ini sehingga Anda dapat melihat celah yang dapat menguntungkan posisi Anda.

Dari celah hukum ini, Anda dapat berjuang untuk mendapatkan hak asuh anak. Dari celah hukum ini pula Anda dapat melawan dengan memberikan argumen yang tentunya sesuai kaidah hukum untuk mendapatkan hak asuh jatuh ke pihak Anda. Perlawanan yang dilakukan dengan jalur hukum bisa jadi membutuhkan waktu sangat panjang. Namun saat semua usaha Anda kerahkan, akan ada hasil yang baik untuk Anda.

Siapkan dokumen dan saksi yang menjelaskan ikatan anak dan orang tua

Hubungan antara anak dan orang tua tidak dapat direkayasa. Tidak dapat juga dibuat-buat seolah-olah baik dan hangat tanpa ada masalah, padahal sebenarnya tidak demikian adanya. Jadilah orang tua yang tidak merekayasa hubungan dengan anak. Buat riwayat hubungan Anda dengan anak melalui catatan harian yang nantinya akan mendukung Anda di pengadilan.

Kumpulkan juga dokumen hingga foto yang menunjukkan hubungan Anda dengan anak yang terjalin dengan baik. Bila memungkinkan minta teman, kerabat hingga saudara yang dekat dan tahu hubungan Anda dengan anak untuk menjadi saksi di pengadilan nanti. Sehingga kesaksian ini akan membuat pihak Anda lebih diuntungkan.

Ketahui kelemahan dan kekuatan Anda

Setiap orang mampu melihat keburukan orang lain namun tidak dengan dirinya. Padahal dengan tahu kekurangan diri sendiri, akan ada usaha untuk memperbaikinya menjadi lebih baik. Untuk membuat hak asuh jatuh ke pihak Anda, salah satu usaha yang dapat Anda lakukan adalah dengan menuliskan semua kekurangan dan juga kelebihan Anda sebagai orang tua. Terutama di mata anak yang paling sering berinteraksi dengan Anda.

Kekurangan Anda semisal sibuk bekerja, tidak suka menemani anak tidur dan sebagainya. Atau kekuatan Anda semisal, suka mengantar anak ke sekolah, selalu mengambil rapor anak, selalu menemani anak belajar dan lain sebagainya. Daftar kekurangan dan kekuatan ini sangat penting untuk dapat menjadi bahan pertimbangan selama persidangan berlangsung.

Anak adalah prioritas utama

Tidak peduli seberapa keras Anda mencoba melawan kaidah-kaidah hukum dan pengadilan, anak adalah prioritas utama. Perjuangan hukum yang Anda tempuh untuk hak asuh, harus mengacu pada keinginan anak. Akan sia-sia perjuangan hukum Anda, jika ternyata anak lebih nyaman dan lebih suka tinggal bersama ayahnya atau justru ibunya saja.

Dengan anak sebagai prioritas utama, maka sudah seharusnya jika perjuangan Anda ditujukan demi kebahagiaan anak. Bukan semata-mata kebahagiaan diri Anda sendiri. Untuk itu hanya tempuh jalur hukum untuk mendapat hak asuh. Jangan menggunakan cara-cara curang dengan mempengaruhi atau mengancam anak yang justru dapat membuat majelis hakim memberi catatan buruk untuk Anda.

Menggunakan jasa pengacara hak asuh anak

Berjuang sendiri menjadi kepastian dari seorang orang tua yang sedang menuntut hak asuh anak. Mengingat pihak suami atau istri tidak lagi mendukung melainkan justru menjadi pihak yang berseberangan. Untuk itu perjuangan mendapatkan hak asuh ini akan sangat panjang dan berat jika Anda kerjakan sendirian. Cari pengacara berpengalaman untuk membantu Anda.

Jangan sembarangan pengacara melainkan cari pengacara yang menguasai bidang hak asuh anak. Pasalnya tidak semua pengacara memiliki kemampuan untuk menangani kasus hak asuh anak. Hanya mereka yang berlisensi dan memiliki kemampuan negosiasi yang mumpuni yang dapat mendukung Anda memenangi hak asuh anak dalam perceraian ini.

Leave a Reply